Solo City Jazz 2009 Ambil Tema Jazz Up Batik

Posted On December 3, 2009

Filed under Latest News
Tags:

Comments Dropped leave a response

Tanggal 4-5 Desember 2009 dipilih menjadi penyelenggaraan Solo City Jazz Festival yang pertama dengan mengambil setting panggung di halaman pasar Windujenar Koridor Ngarsopuro kota Solo, Jawa Tengah.

Sejumlah bintang akan menghiasi line-up festival dua hari bertema Jazz up batik yang tidak dipungut biaya ini.

Mereka yang akan hadir antara lain Notturno, Maya Hasan Quartet bersama Deddy Dhukun & Dian PP. Lalu ada kelompok Akordeon yang terdiri dari Bintang Indrianto, Rindra ‘Padi’ Risyanto, Roedyanto ‘Emerald’ Warsito & Sruti Respati, Magnificent – duo bersama gitaris Agam Hamzah dan Donny Suhendra, Ivan Nestorman dan Andien.

Masih ada Heaven on Earth, Agus Bing & Prabumi dari Yogyakarta, Donny Koeswinarno Jazz-Quartet, Clorophyl & the New-Generation dan Yovie Widianto Fusion

Solo sendiri menurunkan I Wayan Sadra dengan Sono Seni Ensemble dan Solo Jazz Society band.

Kegiatan festival ini sendiri turut didukung Teh Botol Sosro. Menurut Aria Wahyudi, Deputice Vice Marketing Direktur Sosro saat ditemui WartaJazz.com di Joglo Kemang (23/11), Solo City Jazz  memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan kota-kota lain. Sosro sendiri melihat kesamaan perspektif yang sejalan dengan strategi komunikasi dan pemasarannya dengan Solo City Jazz.

Dukungan Pemerintah Kota Solo juga sangat besar sehingga terselenggaranya acara ini. Sudah barang tentu sebagai pecinta jazz kita berharap makin banyak perusahaan dan pemerintah kota lain yang juga memberikan support atau dukungan bagi terselenggaranya acara-acara jazz baik yang berskala konser maupun festival.

Sumber : Wartajazz Dot Com

Bandung World Jazz Festival Digelar 3-4 Desember 2009

Setelah sukses dengan Sabuga Jazzfest for Freedom 2007, Tajil Jazz 2007, Unity in Diversity Concert 2007, X-MAX – accept difference, maximize tolerance 2007, Sabuga Jazzfest for Freedom 2008 serta Bandung World Jazz pre event-music gathering 2009, Jendela Ide Sabuga menghadirkan Bandung World Jazz Festival 2009 dalam skala international mengusung tema A Voice of the New World.

“Dalam nuansa festival yang unik & alami pada tanggal 3 – 4 Desember 2009 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) Bandung, akan tampil sekitar 50 grup musik yang menawarkan beragam kekhasan dari tradisi bermusik mereka”, demikian yang terungkap dari Andar Manik, yang ditemui WartaJazz.com di Sabuga beberapa waktu lalu.

Seperti halnya tahun lalu, event ini merupakan rangkaian program Helarfest, yang merupakan presentasi dan program pengembangan komunitas serta industri kreatif di Jawa Barat, khususnya di kota Bandung.

Mereka yang dipastikan hadir antara lain Parikrama (India),  Pigalle 44 (Belanda), Taal Tantra (India), plus sejumlah grup dari Debu, simakDialog, Nita Aarsten Quartet, Ligro, Anime String Quartet, Archipelago, Harry Toledo, Karma, Tjut Nyak Deviana Daudsjah.

Sementara sejumlah kelompok dari tuan rumah Bandung antara lain Karinding Collaborative Project,  Tiwi Sakuhachi feat. Saung Angklung Mang Udjo,  Imel Rosalin & Friends, 4Peniti, G/E/T, Saratuspersen, Sony Akbar, Sada, David Manuhutu Trio, Funk Zee 4 Brass, RMHR, BadBoyzBlues, Thx A Lot, dan Karinding Attack serta Jendela Ide All Percussion.

Kurator festival Djailani juga memasukkan sejumlah kelompok dari kota lain seperti Wayan Sadra & Sono Seni (Solo), Geliga (Pekanbaru), Koko Harsoe & Friends (Bali), Agung Bing dan Prabumi , Kirana Big Band Agung Prasetyo (Yogyakarta) dan Suarasama(Medan).

Hingga berita ini diturunkan masih ada sejumlah kelompok seperti Salamander Big Band (Bandung), Tika (Jakarta) dan Vicky Sianipar yang berstatus menunggu konfirmasi.

Anda tertarik menonton acara ini?. Tiket dibandrol seharga Rp. 50.000,- untuk umum dan Rp. 25.000,- untuk pelajar dan mahasiswa. Silakan hubungi  Jendela Ide, Sasana Budaya Ganesha Jl. Tamansari 73 Bandung atau email ke bdg.worldjazz09@gmail.com

Sumber : Wartajazz Dot Com

Jak Jazz Festival 2009 Urung Digelar

Posted On December 3, 2009

Filed under Latest News
Tags:

Comments Dropped leave a response

Sekitar pukul 18.15 wib Redaksi WartaJazz.com Jakarta menerima telepon dari kantor IMPro/Jak Jazz Production, markas Jakarta Jazz Festival atau yang lebih dikenal dengan nama JakJazz.

Ibu Liliek yang berbicara diujung telepon menjelaskan bahwa JakJazz Festival yang sedianya digelar tanggal 4, 5 dan 6 Desember 2009 akhirnya urung dilaksanakan.

Saat ditanya alasan mengapa urung digelar, Liliek hanya menjelaskan bahwa penyandang dana yang sedianya mengcover biaya penyelenggaraan festival mundur. Dan sepertinya pertemuan dengan pihak terkait – kami mendengar bahwa JakJazz bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta – tidak memberikan titik terang untuk keberlangsungan festival jazz berskala internasional pertama di Indonesia ini.

Sampai berita ini diturunkan Ireng Maulana belum dapat dihubungi untuk dimintai konfirmasi lebih lanjut.

***

Berita yang datang dari Danau Bekuan, tempat sekretariat JakJazz ini lantas menimbulkan berbagai pertanyaan lanjutan seperti bagaimana dengan artis-artis internasional yang sudah memastikan diri hadir seperti yang diinformasikan dalam  Syukuran Jak Jazz Festival yang digelar beberapa waktu yang lalu.

Seperti diberitakan WartaJazz, sejumlah musisi seperti Lica Cecato dan Valtinho Anastacio dari Brazil. Dari negeri jiran, Malaysia hadir RTM Jazz Orchestra dan M-Jazz Trio. Pigalle 44 Gypsy Jazz (Belanda), Jean My Truong Quartet (Perancis),  Roberto Ruggeri dan Mattia dari Italia. Lalu Janek Gwizdala Project dari Norwegia dan Inggris dijadwalkan manggung. Beberapa nama diantara artis diatas juga mengadakan konser dikota-kota lain seperti Bandung dan Yogyakarta.

JakJazz Festival merupakan festival dengan ciri khas memadukan indoor dan outdoor stage. Atmosfer festivalnya dan keramahan suasana merupakan satu hal yang selalu dirindukan oleh para pecinta Jazz di Indonesia.

Absennya festival ini memang bukan hal yang pertama. Beberapa tahun lalu mereka sempat pula mati suri.

Update: Surat Pemberitahuan resmi dari pihak JakJazz 2009

Apa komentar anda?

Sumber : Wartajazz Dot Com

Bintang Indrianto, Arief Setiadi Dan Gerry Herb Hiasi Ngayogjazz 2009

Posted On November 9, 2009

Filed under Latest News
Tags:

Comments Dropped leave a response

ngayogjazz-2009

Bintang Indrianto (bass), Arief Setiadi (sax) dan Gerry Herb (drums) memastikan diri hadir dalam acara Ngayogjazz 2009 yang akan diselenggarakan di Pasar Seni Gabusan, Bantul Yogyakarta pada Sabtu, 21 November 2009.

Kepastian ini diutarakan Bintang lewat jaringan social Facebook yang diamini Arief Setiadi dan Gerry Herb. Mereka bertiga hadir dalam format Philosophy, sesuai dengan album yang mereka rilis bertiga beberapa bulan lalu.

Ngayogjazz yang memiliki konsep mendekatkan musik jazz ke publik, mengetengahkan konsep unik yakni jazz masuk desa. Acara festival yang terbuka untuk umum alias tanpa dipungut bayaran digelar diberbagai tempat yang selalu berpindah-pindah, sehingga memunculkan nuansa yang selalu berbeda saban tahun.

Pertama kali digelar tahun 2007 di padepokan Bagong Kussudiardjo, yang merupakan desa tempat tinggal Djaduk Ferianto, pentolan grup Kua Etnika yang tersohor itu. Ngayogjazz 2008 lalu acara digelar di Desa Tembi, tak jauh dari kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dengan tema Njajazz desa milang kori. Tahun 2009 ini panitia mengambil tema Jazz basuki mawa beya.

Penasaran seperti apa musik yang akan disajikan trio Philosophy nanti?. Jika anda tinggal diluar Yogya, maka pastikan segera mempersiapkan tiket perjalanan plus dengan penginapannya!.

Penulis : Agus Setiawan Basuni

Sumber : Wartajazz Dot Com

Ngayogjazz 2009

Posted On November 9, 2009

Filed under Latest News
Tags:

Comments Dropped leave a response

 

Ngayogjazz 2009

Sumber : Facebook Ngayogjazz Yogyakarta

JakJazz 2009 : Get the Ticket Now

Posted On November 9, 2009

Filed under Latest News
Tags:

Comments Dropped leave a response

Jakarta International Jazz Festival 2009 (JakJazz 2009) is on the way! As you have read in the JakJazz 2009 First Announcement we posted before, here comes the information about ticketing.

Ticket price:
Daily : IDR 250.0000
3 days : IDR 600.000
Student : IDR 150.000*

* Student tickets are only available at JakJazz Office, Jl Danau Bekuan, Blok C1/50, Pejompongan, Jakarta Pusat. Phone: +62 21 5720417 Don’t forget to bring your valid Student ID.

You can get the ticket at:

WartaJazz.com +6221 8310769
Rajakarcis.com + 6221 8282137
Aquarius Mahakam + 6221 7208413
Aquarius Pondok Indah +62 21 7238759
Detik.com +62 21 7941177
Disc Tarra +62 21 25536483
Duta Suara +62 21 5825035
Ibu Dibyo +62 21 31931178
Society +62 21 2554068

Here are the lineups so far:

USA:
Dave valentin Triple Play ft Dave Valentin
Bill O’Connell
Richie Flores

Brazil:
Lica Cecato
Valtinho Anastacio

Malaysia:
RTM Jazz Orchestra
M-Jazz Trio

Holland (Erasmus Huis):
Pigalle 44 Gypsy Jazz

France (CCF):
Jean My Truong

Vietnam/USA/China/UK/Germany/Ghana/Thailand/Singapore/Malaysia:
Curtis King Blues Band

Italy:
Roberto Ruggeri
Mattia

USA/UK/Swiss/Norway:
Janek Gwizdala Project

Japan:
Galaxy Big Band

Stay tune for more update! For more info log on to JakJazz’s official website or contact them at  +62 21 5720417

 

Sumber : Jazzuality Dot Com

Jak Jazz Festival 2009 Hadirkan Dave Valentin Triple Play

Posted On November 9, 2009

Filed under Latest News
Tags:

Comments Dropped leave a response

Terjawab sudah siapa yang akan menjadi jagoan di Jak Jazz Festival yang rencananya akan digelar pada tanggal 4, 5 dan 6 Desember 2009 di Istora Senayan Jakarta. Ireng Maulana yang hadir bersama sejumlah panitia Jak Jazz Festival dalam rangka Syukuran Jak Jazz 2009 menyatakan bahwa Dave Valentin (Flute) bersama Bill O’Connell (Piano), dan Richie Flores (Conga, Perkusi) dalam formasi Triple Play.

Oom Ireng Maulana – demikian ia akrab disapa – mengungkapkan bahwa tahun ini JakJazz memiliki chairman baru yaitu Lilik Wibisono, seorang pengusaha pupuk yang masih berusia 35 tahun. Namun sayang karena kendala teknis sang ketua baru tidak dapat hadir dalam acara syukuran tersebut. JakJazz untuk Korban Bencana Alam dijadikan tema tahun ini.

Sejumlah media yang diundang bersama dengan para musisi-musisi yang merupakan rekan-rekan Ireng Maulana seperti Idang Rasjidi, Benny Likumahua, Kiboud Maulana, Didiek SSS, Ananda Mates dan penyanyi Syaharani, memberikan support demi kelangsungan festival jazz pertama yang berskala nasional dan kini masuk dalam usia 11 (sebelas) tahun. Acara syukuran sendiri diadakan di markas JakJazz Pejompongan kawasan Bendungan Hilir (Benhil).

Lebih lanjut Rully Mangunsong yang bertugas mengontak artis-artis yang akan manggung dalam festival ini menyatakan sejumlah nama yang sudah dipastikan pula akan berpartisipasi.  Seperti Lica Cecato dan Valtinho Anastacio dari Brazil. Dari negeri jiran, Malaysia hadir RTM Jazz Orchestra dan M-Jazz Trio.

Pusat kebudayaan di Jakarta juga akan berpartisipasi memeriahkan acara selama tiga hari ini. Erasmus Huis (Belanda) akan mendatangkan Pigalle 44 Gypsy Jazz, sementara CCF (Perancis) akan mengundang Jean My Truong Quartet.

Musisi lain yang juga akan tampil adalah Curtis King Blues Band, Roberto Ruggeri dan Mattia dari Italia. Lalu Janek Gwizdala Project dari Norwegia dan Inggris. Galaxy Big Band yang merupakan band dengan anggota para expatriate dari Jepang turut pula ambil bagian. Rully juga menyebutkan Tetsuo Sakurai masuk dalam daftar antrian yang masih menunggu konfirmasi.

Panitia sudah menetapkan harga tiket pertunjukan yakni sebesar IDR 150.000 (Mahasiswa/Pelajar), Daily Pass: IDR 250.000 dan 3 Days Pass: IDR 600.000

Sumber : Wartajazz Dot Com

Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover 2009 Digelar Bulan Mei Mendatang

Ketika kali pertama digelar pada 2008 lalu, Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover berhasil memperkaya warna jazz Indonesia. Belasan lagu digubah ke dalam aransemen baru yang memadukan jazz dengan electronic dance, pop, dan rock untuk dinyanyikan para musisi terbaik dari masing-masing genre itu.

Tahun ini, Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover digelar lagi. Secara berurutan, even tersebut diadakan di Medan (1/5), Bandung (8/5), Semarang (15/5), Jakarta (22/5), dan berakhir di Surabaya (29/5).

Konsep dan pelaksanaan Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover masih dikendalikan langsung oleh Dji Sam Soe yang menunjuk berbagai pihak berkompeten untuk bekerjasama. Dengan tema “The Music You Know With a Twist”, pergelaran musik itu kembali mencampur jazz dengan berbagai genre musik urban, namun konsepnya dibikin serba lebih!

Stephanus L. Kurniadi selaku Brand Manager Dji Sam Soe menjelaskan, “Tahun ini, kami berniat memperbesar skala Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover. Lebih ramai artis, lebih padat kolaborasi, dan lebih banyak genre di-crossover sehingga bisa menghasilkan warna urban jazz yang lebih variatif. Selain itu, kami telah merancang konsep acara jadi lebih grand.“

Untuk mewujudkan Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover yang serba lebih itu, Dji Sam Soe telah memilih nama-nama ngetop dari berbagai aliran musik. Ada Ari Lasso, Andi/rif, Glenn Fredly, dan diramaikan pula oleh Humania, Dira J. Sugandi, dan Lala (penyanyi/ penulis lagu asal Filipina). Masih ditambah penampilan spesial dari Candil, DJ Cream, Dana (rapper), Yuyun (sinden), dan Daniel (seriosa). Sebagai music director, Dji Sam Soe kembali mempercayakan kepada Eki Puradiredja.

Lebih lanjut Stephanus menambahkan, “Merujuk pada tema ‘The Music You Know With a Twist,’ kali ini kami akan menampilkan lagu-lagu populer dan hits di zamannya. Baik itu lagu milik musisi internasional atau hasil karya para musisi dalam negeri yang terlibat dalam Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover kali ini. Uniknya lagi, karya-karya yang mereka bawakan akan mendapatkan beberapa sentuhan baru seperti klasik dan etnik kontemporer Indonesia dengan ramuan Jazz.”

“Semua lagu yang dimainkan di Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover diaransemen ulang satu per satu dan hasilnya hanya bisa didapatkan di acara ini,” sambung Stephanus. Penikmat musik dewasa yang datang ke Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover dijamin menemukan banyak kejutan. Pasalnya, satu aransemen lagu bisa di-twist dengan beragam genre dan unsur musik berbeda menghasilkan sound baru.

Sementara itu, sesuai konsep acara yang lebih megah, maka pergelaran musik jazz ini akan digelar di ballroom hotel bintang lima di masing-masing kota pelaksanaan. Di samping alasan kapasitas dan kenyamanan penonton, pemilihan ballroom dilakukan agar Dji Sam Soe bisa merealisasikan desain panggung spektakuler.

Dibangun panggung megah ukuran 14 x 10 m agar para musisi leluasa menampilkan stage performance terbaik. Panggung Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover kali ini pun sarat akan special effect. Menggunakan 20 proyektor dan giant screen berdimensi 6 x 12 m, penikmat musik dewasa juga disuguhi bermacam-macam materi multimedia sesuai karakteristik masing-masing lagu.

Penampilan para musisi membawakan lagu-lagu bernuansa urban jazz crossover itu pun semakin hidup dan dramatis berkat sound berkekuatan 20 ribu watt ditambah lighting 50 ribu watt. Tak berlebihan jika Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover disebut even wajib bagi para penikmat musik dewasa.

Sumber : Wartajazz Dot Com

LA Lights Concert Present JAMIROQUAI

Posted On April 28, 2009

Filed under Latest News
Tags:

Comments Dropped leave a response

“Wah, akhirnya yah. Kesampaian juga neh liat Jay Kay joget di depan mata kita.” Ucap teman saya berkomentar. Yup, Jay Kay pentolan band beraliran Acid Jazz asal London, Inggris Jamiroquai. Akhirnya sukses memuaskan dan menghipnotis sekitar 7000 penonton yang hadir di gedung Sentul City Convention Center, (yang terletak di daerah Sentul Bogor Jawa barat) untuk melihat langsung Jamiroquai perform. Konser dari Jamiroquai ini dibuka oleh penampilan dari seorang penyanyi wanita bernama Dimi. Mantan personil band Maliq & The Esentials ini tampil sangat menawan malam itu. Beberapa kali Dimi pun memberikan kejutan untuk penonton, dengan berkolaborasi bersama beberapa penyanyi , seperti Afgan, Yacko dan lainnya. Setelah Dimi turun, panggung dibiarkan sepi sebentar. Dan tak lama kemudiaan, P Double sang Mc pun mengajak semua penonton yang hadir malam itu untuk menyanyikan lagu kebangsaan kita yang berjudul Indonesia Raya. Dipimpim oleh penyanyi pria bernama Judika. Sekitar 7000 penonton yang hadir pun menyanyikan lagu kebangsan tersebut dengan khidmat dan jujur saja, aura Nasionalisme sebagai bangsa Indonesia pun menjadi sebuah momentum yang tidak bisa dikatakan dengan kata-kata ketika semua orang yang hadir malam itu menyanyikan lagu kebangsaan negerei kita tercinta ini. Mantap!

Selesai semua manusia yang hadir di malam itu menyanyikan lagu Indonesia Raya, panggung dibiarkan sepi sekitar 5 menit, dan tak lama kemudian. Satu persatu personil Jamiroquai ini pun muncul ke atas panggung. Dalam hitungan detik, sang frontman Jay Kay muncul ke atas panggung dengan berlari ke segala arah. Sambil berkata, “Jakarta” yang langsung di balas dengan applause serta suara teriakan dan jeritan penonton. Jamiroquai langsung menggeber lagu berjudul The Kids sebagai lagu pertama, yang disusul langsung oleh lagu-lagu atau hits mereka seperti High Times, Seven Days in Sunny June, Allright, Little L, Black Capricon Day, Canned Heat, Use The Force, Travelling Without Moving, Cosmic Girl, Space Cowboy, dan Love foolosophy. Lalu apakah penonton menggila? Pastinya! Sempat pula Jay kay berkata, “Saya dengar besok (tanggal 9/04/09) kalian akan melakukan pemilihan? Well, kalian harus memilih besok. Jangan sampai tidak, atau kalian akan kehilangan kesempatan” ucap cowok yang mempunyai body moving sangat indah ini. Tentu para penonton memberikan applause yang sangat meriah terhadap kata-kata Jay Kay tersebut. Sehabis membawakan lagu Love Foolosophy, Jay Kay dan kawan-kawan menghilang ke belakang panggung, sebuah encore? Yup. Sontak 7000 ribu orang yang hadir malam itu berteriak, “We Want More” berulang-ulang kali. Tak lama kemudian, Jamiroquai muncul lagi dan membawakan lagu penutup berjudul Deeper Underground.

Sangat disayangkan ada sedikit insiden kecil, (banyak penonton yang seharusnya duduk dibagian belakang, tiba-tiba saja loncat dan maju ke depan) namun sepertinya tidak berpengaruh besar terhadap kesuksesan konser ini. Tetapi, ada juga kejadian yang sepertinya membuat Jay Kay menjadi lebih bersemangat. Yaitu sewaktu, semua orang berlari memenuhi daerah bibir panggung dan berdansa liar. “That’s more I like it” ucap Jay Kay melihat ratusan orang berdansa riang dan bersemangat mengikuti alunan lagu dari Jamiroquai. Atau memang insiden tersebut adalah bagian dari show Jamiroquai ini? I Hope so. Selesai memainkan lagu penutup (Deeper Underground), Jay Kay pun berkata, “Thank you Jakarta. We’ll see you next year”. Setelah itu pun dia berlari menghilang kebelakang panggung. Over all, konser dari Jamiroquai ini sangat-sangat spektakuler dan entertaining sekali. Karena saya yakin semua orang yang hadir malam itu pasti (setidaknya) menggerakkan salah satu anggota tubuh mereka mengikuti irama dari lagu-lagu Jamiroquai. Puas sudah pasti! Mungkin kata yang bisa merepresentasikan konser ini adalah, rusuh namun sangat-sangat menghibur! “Rugi banget neh yang gak nonton Jamiroquia malam ini, sumpah! “ ucap beberapa teman saya berkomentar tentang konser ini. Terima kasih untuk Java Festival Production atas terselenggaranya liputan ini.

Penulis : Rullyboy

Sumber : Whatzups Dot Com

Natalie Cole Concert – Still Unforgettable

Posted On April 28, 2009

Filed under Latest News
Tags:

Comments Dropped leave a response

Natalie Maria Cole artis kelahiran tahun 1950 ini tentu sudah tidak asing bagi anda pecinta Jazz, terlahir dari seorang nama besar Nat King Cole dan ibunya yang juga penyanyi orkestra jazz Duke Ellington, Maria Hawkins, Natalie Cole juga telah memiliki prestasi sendiri di dunia Jazz. 10 Grammy Awards yang diraihnya tentu bukan prestasi kecil baginya, belum termasuk berbagai penghargaan-penghargaan lainnya yang telah diraihnya. JuzzJazz.com yang juga menjadi Official Online Media Partner di acara ini mendapat kehormatan untuk me-review penuh konsernya di Jakarta kali ini.

Hadir di Jakarta untuk konser tunggalnya di Hotel Gran Melia Jakarta, Natalie datang bersama big band nya, sambutan penonton juga sangat meriah ketika konser yang hampir penuh 90% ini dimulai. Mengenakan gaun kuning muda, Natalie Cole tampak lebih muda dan menyuguhkan penampilan yang lebih segar dengan rambut nya yang pendek. Dimulai pukul 20.30,segera konser ini tanpa basa-basi dibuka oleh lagu ‘Come Rain, Come Shine’, kemudian disambung oleh Something’s Gotta Give sebelum akhirnya Natalie Cole menyapa pengunjung konser yang dibesut Majalah Marketing bekerjasama dengan Buena Production ini.

Lagu ‘Orange Colored Sky’ yang juga lagu original Natalie Cole dibawakan dengan sempurna, dan menjadi penyegar di awal konser ini sebelum akhirnya Natalie Cole menyanyikan ‘Nice And Easy’, lagu yang dipopulerkan oleh Frank Sinatra ini dibawakan dengan aransemen lembut oleh Big Band nya. Lagu yang juga tidak asing lagi ‘Walking My Baby Back Home’ menjadi penyambung yang terus membawa penonton larut dalam suasan glamour malam ini.

Tak lupa disela-sela pertunjukan, Natalie Cole mengucapkan bahwa ia sangat kagum dengan sosok ayahnya Nat King Cole yang akhirnya disambung oleh beberapa lagu ciptaan Ayahnya, salah satunya adalah ‘Smile’ yang dipopulerkan oleh Charlie Chaplin. Penonton pun terbawa hanyut ke dalam nostalgia kejayaan lagu yang sudah hadir lebih dr 6 dekade ini. Disambung lagi oleh lagu ‘Somewhere Along The Way’, dan ‘Unforgettable’ inilah momen puncak konser malam ini saat Natalie menghadirkan suara asli ayah nya dan bernyanyi duet di lagu Unforgettable, video slide-show yang diputar dan mengambil gambar Nat King Cole bernyanyi juga menghadirkan suasana ‘magis’ sendiri dan membuat seakan-akan Nat King Cole yang meninggal karena Kanker Paru juga hadir malam ini. Penonton pun larut dalam lagu ini sambil menyanyikan lagu yang telah masuk kategori lagu abadi ini. L.O.V.E, Miss You Like Crazy, When I Fall In Love ,Good To Be Back adalah beberapa track yang juga turut dibawakan Natalie malam ini. Sayang sekali di tengah-tengah konser ini, sempat Natalie Cole menegur salah satu penonton yang mengambil gambar dengan VideoCam, sepertinya penonton juga harus belajar lagi untuk lebih menghargai konser sekelas ini.

Konser yang menjadi penyambung suasana Jazz setelah Java Jazz ini tergolong sukses, tak lepas dari peran Majalah Marketing yang turut menghadirkan konsep baru bagi para perusahaan-perusahaan untuk menjadikan ini momen spesial bagi klien-klien atau nasabah prioritas mereka.

Sumber : Juzzjazz Dot Com

Next Page »