Bintang Indrianto, Arief Setiadi Dan Gerry Herb Hiasi Ngayogjazz 2009D

Posted On November 9, 2009

Filed under Latest News
Tags:

Comments Dropped leave a response

ngayogjazz-2009

Bintang Indrianto (bass), Arief Setiadi (sax) dan Gerry Herb (drums) memastikan diri hadir dalam acara Ngayogjazz 2009 yang akan diselenggarakan di Pasar Seni Gabusan, Bantul Yogyakarta pada Sabtu, 21 November 2009.

Kepastian ini diutarakan Bintang lewat jaringan social Facebook yang diamini Arief Setiadi dan Gerry Herb. Mereka bertiga hadir dalam format Philosophy, sesuai dengan album yang mereka rilis bertiga beberapa bulan lalu.

Ngayogjazz yang memiliki konsep mendekatkan musik jazz ke publik, mengetengahkan konsep unik yakni jazz masuk desa. Acara festival yang terbuka untuk umum alias tanpa dipungut bayaran digelar diberbagai tempat yang selalu berpindah-pindah, sehingga memunculkan nuansa yang selalu berbeda saban tahun.

Pertama kali digelar tahun 2007 di padepokan Bagong Kussudiardjo, yang merupakan desa tempat tinggal Djaduk Ferianto, pentolan grup Kua Etnika yang tersohor itu. Ngayogjazz 2008 lalu acara digelar di Desa Tembi, tak jauh dari kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dengan tema Njajazz desa milang kori. Tahun 2009 ini panitia mengambil tema Jazz basuki mawa beya.

Penasaran seperti apa musik yang akan disajikan trio Philosophy nanti?. Jika anda tinggal diluar Yogya, maka pastikan segera mempersiapkan tiket perjalanan plus dengan penginapannya!.

Penulis : Agus Setiawan Basuni

Sumber : Wartajazz Dot Com

Ngayogjazz 2009

Posted On November 9, 2009

Filed under Latest News
Tags:

Comments Dropped leave a response

 

Ngayogjazz 2009

Sumber : Facebook Ngayogjazz Yogyakarta

JakJazz 2009 : Get the Ticket Now

Posted On November 9, 2009

Filed under Latest News
Tags:

Comments Dropped leave a response

Jakarta International Jazz Festival 2009 (JakJazz 2009) is on the way! As you have read in the JakJazz 2009 First Announcement we posted before, here comes the information about ticketing.

Ticket price:
Daily : IDR 250.0000
3 days : IDR 600.000
Student : IDR 150.000*

* Student tickets are only available at JakJazz Office, Jl Danau Bekuan, Blok C1/50, Pejompongan, Jakarta Pusat. Phone: +62 21 5720417 Don’t forget to bring your valid Student ID.

You can get the ticket at:

WartaJazz.com +6221 8310769
Rajakarcis.com + 6221 8282137
Aquarius Mahakam + 6221 7208413
Aquarius Pondok Indah +62 21 7238759
Detik.com +62 21 7941177
Disc Tarra +62 21 25536483
Duta Suara +62 21 5825035
Ibu Dibyo +62 21 31931178
Society +62 21 2554068

Here are the lineups so far:

USA:
Dave valentin Triple Play ft Dave Valentin
Bill O’Connell
Richie Flores

Brazil:
Lica Cecato
Valtinho Anastacio

Malaysia:
RTM Jazz Orchestra
M-Jazz Trio

Holland (Erasmus Huis):
Pigalle 44 Gypsy Jazz

France (CCF):
Jean My Truong

Vietnam/USA/China/UK/Germany/Ghana/Thailand/Singapore/Malaysia:
Curtis King Blues Band

Italy:
Roberto Ruggeri
Mattia

USA/UK/Swiss/Norway:
Janek Gwizdala Project

Japan:
Galaxy Big Band

Stay tune for more update! For more info log on to JakJazz’s official website or contact them at  +62 21 5720417

 

Sumber : Jazzuality Dot Com

Jak Jazz Festival 2009 Hadirkan Dave Valentin Triple Play

Posted On November 9, 2009

Filed under Latest News
Tags:

Comments Dropped leave a response

Terjawab sudah siapa yang akan menjadi jagoan di Jak Jazz Festival yang rencananya akan digelar pada tanggal 4, 5 dan 6 Desember 2009 di Istora Senayan Jakarta. Ireng Maulana yang hadir bersama sejumlah panitia Jak Jazz Festival dalam rangka Syukuran Jak Jazz 2009 menyatakan bahwa Dave Valentin (Flute) bersama Bill O’Connell (Piano), dan Richie Flores (Conga, Perkusi) dalam formasi Triple Play.

Oom Ireng Maulana – demikian ia akrab disapa – mengungkapkan bahwa tahun ini JakJazz memiliki chairman baru yaitu Lilik Wibisono, seorang pengusaha pupuk yang masih berusia 35 tahun. Namun sayang karena kendala teknis sang ketua baru tidak dapat hadir dalam acara syukuran tersebut. JakJazz untuk Korban Bencana Alam dijadikan tema tahun ini.

Sejumlah media yang diundang bersama dengan para musisi-musisi yang merupakan rekan-rekan Ireng Maulana seperti Idang Rasjidi, Benny Likumahua, Kiboud Maulana, Didiek SSS, Ananda Mates dan penyanyi Syaharani, memberikan support demi kelangsungan festival jazz pertama yang berskala nasional dan kini masuk dalam usia 11 (sebelas) tahun. Acara syukuran sendiri diadakan di markas JakJazz Pejompongan kawasan Bendungan Hilir (Benhil).

Lebih lanjut Rully Mangunsong yang bertugas mengontak artis-artis yang akan manggung dalam festival ini menyatakan sejumlah nama yang sudah dipastikan pula akan berpartisipasi.  Seperti Lica Cecato dan Valtinho Anastacio dari Brazil. Dari negeri jiran, Malaysia hadir RTM Jazz Orchestra dan M-Jazz Trio.

Pusat kebudayaan di Jakarta juga akan berpartisipasi memeriahkan acara selama tiga hari ini. Erasmus Huis (Belanda) akan mendatangkan Pigalle 44 Gypsy Jazz, sementara CCF (Perancis) akan mengundang Jean My Truong Quartet.

Musisi lain yang juga akan tampil adalah Curtis King Blues Band, Roberto Ruggeri dan Mattia dari Italia. Lalu Janek Gwizdala Project dari Norwegia dan Inggris. Galaxy Big Band yang merupakan band dengan anggota para expatriate dari Jepang turut pula ambil bagian. Rully juga menyebutkan Tetsuo Sakurai masuk dalam daftar antrian yang masih menunggu konfirmasi.

Panitia sudah menetapkan harga tiket pertunjukan yakni sebesar IDR 150.000 (Mahasiswa/Pelajar), Daily Pass: IDR 250.000 dan 3 Days Pass: IDR 600.000

Sumber : Wartajazz Dot Com

Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover 2009 Digelar Bulan Mei Mendatang

Ketika kali pertama digelar pada 2008 lalu, Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover berhasil memperkaya warna jazz Indonesia. Belasan lagu digubah ke dalam aransemen baru yang memadukan jazz dengan electronic dance, pop, dan rock untuk dinyanyikan para musisi terbaik dari masing-masing genre itu.

Tahun ini, Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover digelar lagi. Secara berurutan, even tersebut diadakan di Medan (1/5), Bandung (8/5), Semarang (15/5), Jakarta (22/5), dan berakhir di Surabaya (29/5).

Konsep dan pelaksanaan Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover masih dikendalikan langsung oleh Dji Sam Soe yang menunjuk berbagai pihak berkompeten untuk bekerjasama. Dengan tema “The Music You Know With a Twist”, pergelaran musik itu kembali mencampur jazz dengan berbagai genre musik urban, namun konsepnya dibikin serba lebih!

Stephanus L. Kurniadi selaku Brand Manager Dji Sam Soe menjelaskan, “Tahun ini, kami berniat memperbesar skala Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover. Lebih ramai artis, lebih padat kolaborasi, dan lebih banyak genre di-crossover sehingga bisa menghasilkan warna urban jazz yang lebih variatif. Selain itu, kami telah merancang konsep acara jadi lebih grand.“

Untuk mewujudkan Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover yang serba lebih itu, Dji Sam Soe telah memilih nama-nama ngetop dari berbagai aliran musik. Ada Ari Lasso, Andi/rif, Glenn Fredly, dan diramaikan pula oleh Humania, Dira J. Sugandi, dan Lala (penyanyi/ penulis lagu asal Filipina). Masih ditambah penampilan spesial dari Candil, DJ Cream, Dana (rapper), Yuyun (sinden), dan Daniel (seriosa). Sebagai music director, Dji Sam Soe kembali mempercayakan kepada Eki Puradiredja.

Lebih lanjut Stephanus menambahkan, “Merujuk pada tema ‘The Music You Know With a Twist,’ kali ini kami akan menampilkan lagu-lagu populer dan hits di zamannya. Baik itu lagu milik musisi internasional atau hasil karya para musisi dalam negeri yang terlibat dalam Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover kali ini. Uniknya lagi, karya-karya yang mereka bawakan akan mendapatkan beberapa sentuhan baru seperti klasik dan etnik kontemporer Indonesia dengan ramuan Jazz.”

“Semua lagu yang dimainkan di Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover diaransemen ulang satu per satu dan hasilnya hanya bisa didapatkan di acara ini,” sambung Stephanus. Penikmat musik dewasa yang datang ke Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover dijamin menemukan banyak kejutan. Pasalnya, satu aransemen lagu bisa di-twist dengan beragam genre dan unsur musik berbeda menghasilkan sound baru.

Sementara itu, sesuai konsep acara yang lebih megah, maka pergelaran musik jazz ini akan digelar di ballroom hotel bintang lima di masing-masing kota pelaksanaan. Di samping alasan kapasitas dan kenyamanan penonton, pemilihan ballroom dilakukan agar Dji Sam Soe bisa merealisasikan desain panggung spektakuler.

Dibangun panggung megah ukuran 14 x 10 m agar para musisi leluasa menampilkan stage performance terbaik. Panggung Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover kali ini pun sarat akan special effect. Menggunakan 20 proyektor dan giant screen berdimensi 6 x 12 m, penikmat musik dewasa juga disuguhi bermacam-macam materi multimedia sesuai karakteristik masing-masing lagu.

Penampilan para musisi membawakan lagu-lagu bernuansa urban jazz crossover itu pun semakin hidup dan dramatis berkat sound berkekuatan 20 ribu watt ditambah lighting 50 ribu watt. Tak berlebihan jika Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover disebut even wajib bagi para penikmat musik dewasa.

Sumber : Wartajazz Dot Com

LA Lights Concert Present JAMIROQUAI

Posted On April 28, 2009

Filed under Latest News
Tags:

Comments Dropped leave a response

“Wah, akhirnya yah. Kesampaian juga neh liat Jay Kay joget di depan mata kita.” Ucap teman saya berkomentar. Yup, Jay Kay pentolan band beraliran Acid Jazz asal London, Inggris Jamiroquai. Akhirnya sukses memuaskan dan menghipnotis sekitar 7000 penonton yang hadir di gedung Sentul City Convention Center, (yang terletak di daerah Sentul Bogor Jawa barat) untuk melihat langsung Jamiroquai perform. Konser dari Jamiroquai ini dibuka oleh penampilan dari seorang penyanyi wanita bernama Dimi. Mantan personil band Maliq & The Esentials ini tampil sangat menawan malam itu. Beberapa kali Dimi pun memberikan kejutan untuk penonton, dengan berkolaborasi bersama beberapa penyanyi , seperti Afgan, Yacko dan lainnya. Setelah Dimi turun, panggung dibiarkan sepi sebentar. Dan tak lama kemudiaan, P Double sang Mc pun mengajak semua penonton yang hadir malam itu untuk menyanyikan lagu kebangsaan kita yang berjudul Indonesia Raya. Dipimpim oleh penyanyi pria bernama Judika. Sekitar 7000 penonton yang hadir pun menyanyikan lagu kebangsan tersebut dengan khidmat dan jujur saja, aura Nasionalisme sebagai bangsa Indonesia pun menjadi sebuah momentum yang tidak bisa dikatakan dengan kata-kata ketika semua orang yang hadir malam itu menyanyikan lagu kebangsaan negerei kita tercinta ini. Mantap!

Selesai semua manusia yang hadir di malam itu menyanyikan lagu Indonesia Raya, panggung dibiarkan sepi sekitar 5 menit, dan tak lama kemudian. Satu persatu personil Jamiroquai ini pun muncul ke atas panggung. Dalam hitungan detik, sang frontman Jay Kay muncul ke atas panggung dengan berlari ke segala arah. Sambil berkata, “Jakarta” yang langsung di balas dengan applause serta suara teriakan dan jeritan penonton. Jamiroquai langsung menggeber lagu berjudul The Kids sebagai lagu pertama, yang disusul langsung oleh lagu-lagu atau hits mereka seperti High Times, Seven Days in Sunny June, Allright, Little L, Black Capricon Day, Canned Heat, Use The Force, Travelling Without Moving, Cosmic Girl, Space Cowboy, dan Love foolosophy. Lalu apakah penonton menggila? Pastinya! Sempat pula Jay kay berkata, “Saya dengar besok (tanggal 9/04/09) kalian akan melakukan pemilihan? Well, kalian harus memilih besok. Jangan sampai tidak, atau kalian akan kehilangan kesempatan” ucap cowok yang mempunyai body moving sangat indah ini. Tentu para penonton memberikan applause yang sangat meriah terhadap kata-kata Jay Kay tersebut. Sehabis membawakan lagu Love Foolosophy, Jay Kay dan kawan-kawan menghilang ke belakang panggung, sebuah encore? Yup. Sontak 7000 ribu orang yang hadir malam itu berteriak, “We Want More” berulang-ulang kali. Tak lama kemudian, Jamiroquai muncul lagi dan membawakan lagu penutup berjudul Deeper Underground.

Sangat disayangkan ada sedikit insiden kecil, (banyak penonton yang seharusnya duduk dibagian belakang, tiba-tiba saja loncat dan maju ke depan) namun sepertinya tidak berpengaruh besar terhadap kesuksesan konser ini. Tetapi, ada juga kejadian yang sepertinya membuat Jay Kay menjadi lebih bersemangat. Yaitu sewaktu, semua orang berlari memenuhi daerah bibir panggung dan berdansa liar. “That’s more I like it” ucap Jay Kay melihat ratusan orang berdansa riang dan bersemangat mengikuti alunan lagu dari Jamiroquai. Atau memang insiden tersebut adalah bagian dari show Jamiroquai ini? I Hope so. Selesai memainkan lagu penutup (Deeper Underground), Jay Kay pun berkata, “Thank you Jakarta. We’ll see you next year”. Setelah itu pun dia berlari menghilang kebelakang panggung. Over all, konser dari Jamiroquai ini sangat-sangat spektakuler dan entertaining sekali. Karena saya yakin semua orang yang hadir malam itu pasti (setidaknya) menggerakkan salah satu anggota tubuh mereka mengikuti irama dari lagu-lagu Jamiroquai. Puas sudah pasti! Mungkin kata yang bisa merepresentasikan konser ini adalah, rusuh namun sangat-sangat menghibur! “Rugi banget neh yang gak nonton Jamiroquia malam ini, sumpah! “ ucap beberapa teman saya berkomentar tentang konser ini. Terima kasih untuk Java Festival Production atas terselenggaranya liputan ini.

Penulis : Rullyboy

Sumber : Whatzups Dot Com

Natalie Cole Concert – Still Unforgettable

Posted On April 28, 2009

Filed under Latest News
Tags:

Comments Dropped leave a response

Natalie Maria Cole artis kelahiran tahun 1950 ini tentu sudah tidak asing bagi anda pecinta Jazz, terlahir dari seorang nama besar Nat King Cole dan ibunya yang juga penyanyi orkestra jazz Duke Ellington, Maria Hawkins, Natalie Cole juga telah memiliki prestasi sendiri di dunia Jazz. 10 Grammy Awards yang diraihnya tentu bukan prestasi kecil baginya, belum termasuk berbagai penghargaan-penghargaan lainnya yang telah diraihnya. JuzzJazz.com yang juga menjadi Official Online Media Partner di acara ini mendapat kehormatan untuk me-review penuh konsernya di Jakarta kali ini.

Hadir di Jakarta untuk konser tunggalnya di Hotel Gran Melia Jakarta, Natalie datang bersama big band nya, sambutan penonton juga sangat meriah ketika konser yang hampir penuh 90% ini dimulai. Mengenakan gaun kuning muda, Natalie Cole tampak lebih muda dan menyuguhkan penampilan yang lebih segar dengan rambut nya yang pendek. Dimulai pukul 20.30,segera konser ini tanpa basa-basi dibuka oleh lagu ‘Come Rain, Come Shine’, kemudian disambung oleh Something’s Gotta Give sebelum akhirnya Natalie Cole menyapa pengunjung konser yang dibesut Majalah Marketing bekerjasama dengan Buena Production ini.

Lagu ‘Orange Colored Sky’ yang juga lagu original Natalie Cole dibawakan dengan sempurna, dan menjadi penyegar di awal konser ini sebelum akhirnya Natalie Cole menyanyikan ‘Nice And Easy’, lagu yang dipopulerkan oleh Frank Sinatra ini dibawakan dengan aransemen lembut oleh Big Band nya. Lagu yang juga tidak asing lagi ‘Walking My Baby Back Home’ menjadi penyambung yang terus membawa penonton larut dalam suasan glamour malam ini.

Tak lupa disela-sela pertunjukan, Natalie Cole mengucapkan bahwa ia sangat kagum dengan sosok ayahnya Nat King Cole yang akhirnya disambung oleh beberapa lagu ciptaan Ayahnya, salah satunya adalah ‘Smile’ yang dipopulerkan oleh Charlie Chaplin. Penonton pun terbawa hanyut ke dalam nostalgia kejayaan lagu yang sudah hadir lebih dr 6 dekade ini. Disambung lagi oleh lagu ‘Somewhere Along The Way’, dan ‘Unforgettable’ inilah momen puncak konser malam ini saat Natalie menghadirkan suara asli ayah nya dan bernyanyi duet di lagu Unforgettable, video slide-show yang diputar dan mengambil gambar Nat King Cole bernyanyi juga menghadirkan suasana ‘magis’ sendiri dan membuat seakan-akan Nat King Cole yang meninggal karena Kanker Paru juga hadir malam ini. Penonton pun larut dalam lagu ini sambil menyanyikan lagu yang telah masuk kategori lagu abadi ini. L.O.V.E, Miss You Like Crazy, When I Fall In Love ,Good To Be Back adalah beberapa track yang juga turut dibawakan Natalie malam ini. Sayang sekali di tengah-tengah konser ini, sempat Natalie Cole menegur salah satu penonton yang mengambil gambar dengan VideoCam, sepertinya penonton juga harus belajar lagi untuk lebih menghargai konser sekelas ini.

Konser yang menjadi penyambung suasana Jazz setelah Java Jazz ini tergolong sukses, tak lepas dari peran Majalah Marketing yang turut menghadirkan konsep baru bagi para perusahaan-perusahaan untuk menjadikan ini momen spesial bagi klien-klien atau nasabah prioritas mereka.

Sumber : Juzzjazz Dot Com

Di JJF 2009, Slank Bikin Pemilu

Posted On March 9, 2009

Filed under Latest News
Tags:

Comments Dropped leave a response

Boleh dibilang, selalu ada yang menarik dalam penampilan Slank. Begitu juga ketika band kawakan ini untuk pertama kalinya didapuk tampil dalam Jakarta International Java Jazz Festival 2009 (JJF 2009).

Sebelum tiga lagu terakhir, tepatnya pada lagu Entah Jadi Apa, Slank sesaat menghentikan lagu itu. Kaka, sang vokalis, meminta para penonton di depan Stage 2 Exhibition Hall B memberi suaranya, seperti dalam Pemilu, untuk menjawab empat pertanyaan yang dilontarkannya. Kaka memberi hanya dua jawaban pilihan–mungkin atau enggak mungkin.

Pertanyaan pertama yang dilontarkan Kaka berbunyi, “Apakah SBY akan terpilih lagi pada Pemilu tahun ini ?”. Penonyon serentak menjawab, “Mungkin.” Berikutnya, “Apakah JK akan naik pangkat dan menjadi presiden?” Suara terbanyak bilang, “Enggak mungkin.”

Kaka meneruskan, “Mungkinkah golput akan lebih banyak daripada pemilih di tahun ini?” Penonton berseru, “Mungkin.” Terakhir, “Mungkinkah presiden kita nanti dari seorang jenderal seperti Jenderal Naga Bonar?” Penonton kompak menjawab, “Mungkin.”

Slank tampil di sore terakhir JJF 2009, Minggu (8/3). “Ini pertama kalinya kami berada di Java Jazz Festival dan ini seperti ujian buat kami, bisa enggak Slank membuat hari ketiga Java Jazz Festival lebih happening,” kata Kaka.

Dalam tema Goes to Jazz, lagu-lagu milik Slank bergulir satu persatu. Meski musik mereka lebih kental dengan pop-rock n’ blues, Kaka, Bimbim (drum), Abdee (gitar), Ridho (gitar), dan Ivanka (bas) tetap mampu memuaskan penonton.

Pertunjukan dibuka dengan lagu keras Ngangkang. Kaka cs menghentak Exhibition Hall B, yang berisi kira-kira 2.000 orang. Jika biasanya konser Slank dipenuhi Slankers yang kebanyakan laki-laki dan antusias sampai berjingkrak-jingkrak, dalam JJF 2009 penonton Slank lebih kalem, meski mereka juga ikut bernyanyi dalam beberapa lagu. Agaknya sadar akan hal itu, Kaka berujar, “Baru kali ini kebanyakan penonton kami wanita. Jadi, terasa segar.”

Usai lagu pertama, muncul sejumlah pemusik jazz. Ron King (trompet) bersama dua pemain saksofon dan satu pemain trombon serta Toni Monaco (keyboard). Mereka mengiringi lima lagu Slank, Pisah Saja Dulu, Fullmoon Blues, Gosip Jalanan, Jinna, dan PLUR. Terdengarlah sedikit nuansa jazz pada musik rock Slank. Sayangnya, sound system kurang bekerja baik. Tiupan trompet Ron jadi kurang terdengar.

Nyanyian penonton semakin jelas terdengar ketika Kaka membawakan dua hit Slank Terlalu Manis dan Jauh. Menutup pertunjukan berisi 12 lagu itu, Slank menyuguhkan Reaksi. Tepukan membahana menunjukkan bahwa Slank lulus ujian untuk penampilan perdana mereka di JJF.

Sebelum Slank, sembilan pertunjukan telah mendahului di sembilan panggung. Di antaranya, David Manuhutu di Pre Function Hall A, Aditya di Cendrawasih 1 dan 2, La’Biri di Kasuari Lounge, dan Living Room di Lobby Stage 2.

Penulis : Rawdhatul Ifadah

Sumber : Kompas Entertainment

JJF 2009 Day 3 : Gary Anthony SWING the Festival

Posted On March 9, 2009

Filed under Latest News
Tags:

Comments Dropped leave a response

Di hari ketiga sekaligus hari terakhir Java Jazz 2009 ini, jumlah pengunjung dirasakan sedikit berkurang dari 2 hari sebelumnya. Perkiraan sebagian kalangan bahwa hari ketiga akan sedikit lenggang ternyata cukup terbukti, juga pengaruh show Jason Mraz yang tidak lagi ada di hari ke 3 ternyata membawa angin segar dan lega bahwa hari ke 3 ini pengunjung tidak terlalu berdesak-desakan.

Namun bukan berarti hari ke 3 ini pertunjukkannya tidak bagus, justru beberapa artis yang sebelumnya sedikit asing di telinga pecinta Jazz langsung menunjukkan bahwa mereka memang pantas tampil di festival Jazz terbesar di Asia Tenggara ini, Parov Stelar adalah salah satunya. Parov Stelar, mengusung konsep baru dalam Nu-Jazz, dia sungguh sangat berani menggabungkan musik techno khas Eropa dengan permainan saxophone yang dimainkan rekannya. Mengusung tema disco, Parov Stelar langsung mengajak penontonnya bergoyang, tak dapat dipungkiri, hall Cendrawasih pun langsung heboh dan penonton seakan-akan terhipnotis dengan duo ini.

Beberapa artis lokal pun membuat kejutan, Slank misalnya,band yang dijuluki band terbaik di indonesia ini ternyata mampu menjawab tantangan di Java Jazz kali ini, Slank langsung menarik ratusan penonton di Exhibition Stage dengan penampilannya yang spektakuler. Dari daerah, Phinis-Makassar dan Tropical Transit-Bali juga tidak kalah unjuk gigi, Tropical Transit yang tampil di hall Cendrawasih langsung membakar dupa dan membuat seluruh hall tersebut terbawa ke suasana ’suci’ ala Bali, penampilan mereka yang mengusung tema fusion digabung dengan etnik juga membuat penonton terkejut, terlebih saat lagu Sanur dibawakan, permainan apik setiap personil dengan karakter etnik yang kuat adalah hal yang patut diacungi jempol.

Akhirnya setelah banyaknya pertunjukkan dengan permainan fusion, pop-jazz, crossover, dan sub genre jazz lainnya, adalah Gary Anthony yang menjawab animo sebagian penggemar Jazz Klasik dengan membawakan Swing dengan lagu-lagu Frank Sinatra. Gary Anthony tampil menakjubkan, dari lagu pertama hingga lagu terakhir penonton sangat ‘gila’ dan ingin terus berada dan menyaksikan pertunjukkan mereka. Jadwal yang seharusnya 22.30 sempat tertunda hingga 20.50, begitu pintu ‘Assembly 3′ dibuka, langsung penonton yang sudah setia menunggu dengan sedikit bersesakan berlari mencari tempat yang paling strategis untuk menikmati satu-satu pertunjukkan musik Swing di Java Jazz Festival 2009 ini. Sebut saja, Come Fly With Me, All The Way, Nice And Easy, My Way yang kesemuanya adalah track-track hit dan jazz standard oleh Frank Sinatra dibawakan nyaris sempurna oleh Gary Anthony, Ron King Big Band juga benar-benar menyajikan musik swing sesungguh nya di Java Jazz 2009 ini. New York yang seharusnya menjadi lagu penutup pertunjukkan ini ternyata belum cukup untuk mengobati penontonnya untuk menikmati Swing, ‘ WE WANT MORE !! “ itu lah teriakan seluruh pengunjung malam ini terhadap Gary Anthony dan Ron King Big Band, akhirnya ‘Mack The Knife’ pun kembali meluncur. Dibawakan dengan versi standard Frank Sinatra, Gary Anthony sedikit ‘memodifikasi’ lirik-lirik lagu yang aslinya asal Jerman ini. Terhitung 2 hingga 3 kali penonton memberikan ‘Standing Applause’, Peter F Gontha yang sangat jarang sekali muncul di panggung, secara khusus Peter F Gontha naik ke panggung berterima kasih kepada Gary Anthony beserta Ron King Big Band sekaligus memperkenalkan, dan memberikan ke setiap anggota Big Band DVD Pertunjukkan Gary Anthony dan Ron King Big Band di Java Jazz tahun lalu. Sebuah pertunjukkan yang luar biasa sekaligus menjadi salah satu pertunjukkan penutup malam ini.

Java Jazz Festival yang saat ini sudah diakui dunia menjadi salah satu Festival Jazz terbesar di dunia tentu sangat ditunggu di 2010 nanti, sejumlah nama pun telah di persiapkan dan ‘diminta’ oleh fans-fans setia jazz di Indonesia. Tentunya perbaikan-perbaikan kualitas pertunjukkan sangat diharapkan setelah berbagai indikasi bahwa festival ini semakin membesar dan membutuhkan venue yang lebih besar pula. Pihal Java Festival Production pun telah mengisyaratkan adanya perpindahan lokasi pertunjukkan menjadi di area PRJ – Kemayoran Jakarta. Maju terus Java Jazz Festival untuk memajukan Jazz di Indonesia !!! ( Patrick Gerard – JuzzJazz.com )

Sumber : JuzzJazz Dot Com

Dan Penonton Pun Menyanyikan “I`m Yours” Bersama Jason Mraz

Posted On March 8, 2009

Filed under Latest News

Comments Dropped leave a response

Penyanyi asal Virginia, Amerikat Serikat, Jason Mraz untuk kedua kalinya kembali membius penonton Axis International Java Jazz Festival yang berlangsung di Plenary Hall JCC Senayan Jakarta, Sabtu malam setelah tampil pada Jumat malam.

Dengan diiringi oleh “Super band”-nya, Jason tampil menyanyikan sekitar 12 lagu dalam pertunjukan selama kurang lebih 80 menit itu yang dimulai pukul 18.00.

Ratusan penonton yang memenuhi Plenary Hall terlihat menikmati lantunan lagu-lagu penyanyi kelahiran 23 Juni 1977 itu, apalagi ketika Jason menyanyikan salah satu lagu hitnya yaitu “Lucky” bersama dengan penyanyi muda berbakat Indonesia, Dira.

Ketika intro lagu “Lucky” berkumandang, serentak penonton kemudian turut menyanyikan bersama dengan Jason sambil mengangguk-anggukan kepala.

Penonton kembali menunjukkan antusiasnya ketika Jason menyanyikan hits keduanya yaitu “I`m Yours” dan ikut bernyanyi bersamanya.

Pemandangan yang menarik ketika penyanyi yang telah mengeluarkan tiga album itu mulai menyanyikan “I`m Yours”, sebagian besar penonton yang berdiri di depan panggung maupun di balkon mengacungkan kamera pocket maupun ponsel mereka untuk merekam Jason menyanyikan hits keduanya itu.

Penonton yang sebagian besar anak muda itu dengan bersemangat ikut menyanyikan petikan lagu “I`m Yours” yang dibawakan Jason dan Super band dengan nuansa ska yang kental.

Penampilan malam ini, tujuh personil Super Band tampak mengenakan batik dan Jason sendiri mengenakan baju putih bernuansa batik serta tidak lupa mengenakan topi “Fedora Hat” kesukaannya.

Penonton pun tampak menikmati pentas Jason sambil bergoyang, berpegangan tangan atau berpelukan mesra dengan pasangannya.

Kemudian Jason mengajak penonton berinteraksi dengan bernyanyi bersahut-sahutan dengannya sambil membawakan medley lagu penyanyi kenamaan Bob Marley “Everthing is gonna be Allright”.

Usai menyanyikan lagu kesebelas, Jason agak sedikit terganggu dengan microphone yang sempat mati ketika dia akan berpamitan dengan penonton.

Jason yang musiknya terpengaruh oleh jenis musik reggae, ska, pop, rock, folk, jazz dan hip hop ini telah menelurkan tiga album yaitu “Waiting for My Rocket to Come” (2002), “Mr A – Z” (2005) yang masuk nominasi Grammy Award untuk kategori Best Engineered Album, dan album ketiganya “We SIng We Dance We Steal Thing” yang dirilis Mei 2008.

Java Jazz Festival yang berlangsung di Balai Sidang Jakarta, pada 6 hingga 9 Maret mendatang, akan menghadirkan lebih dari 200 pertunjukan dengan total musisi yang berpartisipasi lebih dari 2.000 orang, baik musisi Indonesia maupun mancanegara.

Java Jazz 2009 menghadirkan sederet artis jazz, di antaranya Jason Mraz, Matt Bianco, Swing Out Sister, New York Voices, Mike Stern, Dave Weckl, Peabo Bryson, dan Brian Mc Knight.

Sementara dari dalam negeri akan tampil Benny Likumahuwa, Oele Pattiselanno, Margie Segers, Bob Tutupoly, Noor Bersaudara, Chaseiro, Dewa Budjana, Glen Fredly, Tohpati, Aksan Sjuman, Tompi, Ecoutez, Dira, Dimi, dan Nial Djuliarso.

Sumber : Antara News

Next Page »